AlQur'an Surat Ali 'Imran Ayat ke-142 dan Terjemahan Bahasa Indonesia Videolink asli: Samsul Arifin (Qori juara 1 MTQ Kalimantan Tengah 2018) merupakan salah satu santri di Pondok Dzikir Mi SuratAli Imran terdiri atas 200 ayat. Surat Ali Imran diturunkan di kota Madinah. Berikut terjemah dan tafsir surat Ali Imran ayat 147. Senin, 18 Juli 2022; Network Surat Ali Imran Ayat 148 Lengkap dengan Terjemah dan Tafsirnya. Miftahul Arifin - SuratAli 'Imran بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 33. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seluruh alam (manusia pada zamannya masing-masing). 148. Maka, Allah menganugerahi mereka balasan (di) dunia124) dan pahala yang baik (di) akhirat. Allah alİimran suresİ: 144-148. ayetler cuma suresİ: 1-4. ayetler. hatİm-hafizlik ve kiraat cemİyetlerİn­de okunabİlecek aŞr-i Şerİfler. enfal suresİ: 1-4. ayetler fatir suresİ:27-32. ayetler neml suresİ: 89-93. ayetler ankebut suresİ: 41-45.ayetler hicr suresİ: 87-99. ayetler qAYcHC. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. SURAT ALI IMRAN AYAT 144-148 وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُۗ أَفَإِنْ مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰى أَعْقَابِكُمْۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْئًاۗ وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ ١٤٤ 144. Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang murtad? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur. وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوْتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًاۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَاۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ ١٤٥ 145. Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan pula kepadanya pahala akhirat itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. وَكَأَيِّنْ مِّنْ نَبِيٍّ قَاتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَا أَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ ١٤٦ 146. Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut-nya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak pula menyerah kepada musuh. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ١٤٧ 147. Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami-* dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." فَاٰتٰهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ؑ١٤٨ 148. Maka Allah memberi mereka pahala di dunia-* dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. *Keterangan Ayat 144, Nabi Muhammad Saw. adalah seorang manusia yang diangkat Allah Swt. menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat karena terbunuh, ada pula yang wafat karena sakit. Karena itu Nabi Muhammad Saw. yang merupakan manusaia biasa tentu akan wafat seperti halnya rasul-rasul terdahulu. Pada waktu perang Uhud berkecamuk tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad Saw. mati terbunuh. Berita ini mengacaukan umat Muslimin, sehingga ada sebagian yang meminta perlindungan kepada Abu Sufyan pemimpin Quraisy. Sementara itu orang munafik mengatakan bahwa kalau Muhammad itu seorang rasul tentulah dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menentramkan umat muslimin dan membantah kata-kata orang munafik HR Bukhari Bab Jihad. Abu Bakar mengemukakan ayat ini- dimana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat pada hari wafatnya Nabi Muhammad Saw. untuk menentramkan Umar bin Khatab dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi HR Bukhari bab Ketakwaan Sahabat. Ayat 147, Berlebihan dikandung maksud melampui batas-batas hukum yang ditetapkan Allah Swt. Ayat 148, Pahala dunia dapat berupa kemenangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan perang, pujian-pujian dan lain-lain. - Bacaan tulisan Arab Surat Ali Imran Ayat 144-148 وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ Arab-Latin Wa mā muḥammadun illā rasụl, qad khalat ming qablihir-rusul, a fa im māta au qutilangqalabtum 'alā a'qābikum, wa may yangqalib 'alā 'aqibaihi fa lay yaḍurrallāha syai`ā, wa sayajzillāhusy-syākirīnArtinya Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang murtad? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Ali 'Imran 143 ✵ Ali 'Imran 145 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Berharga Berkaitan Surat Ali Imran Ayat 144 Paragraf di atas merupakan Surat Ali Imran Ayat 144 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa pelajaran berharga dari ayat ini. Terdokumentasi beberapa penafsiran dari berbagai ahli tafsir berkaitan kandungan surat Ali Imran ayat 144, sebagiannya seperti termaktub📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan tidaklah Muhammad sholallohu alaihi wasallam itu kecuali seorang rasul yang sama dengan rasul-rasul yang telah datang sebelumnya,yang menyampaikan risalah dari tuhannya. Maka apakah jika dia meninggal dunia karena telah berahir ajalnya,atau terbunuh sebagaimana diisukan oleh para musuh,kalian akan murtad dari agama kalian, dan kalian akan meninggalkan risalah yang dibawa oleh Nabi kalian? Dan barangsiapa yang kembali dari agamanya,maka dia tidaklah mendatangkan kemudaratan bagi Allah sedikit pun. Dia hanyalah mencelakai dirinya sendiri saja dengan kemudaratan yang amat besar. Dan Adapun orang yang teguh di atas keimanan dan bersyukur kepada Tuhannya atas kenikmatan islam,maka sesungguhnya Allah memberikan balasan kepadanya dengan balasan terbaik.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul sebagaimana rasul-rasul sebelumnya yang telah meninggal dunia atau terbunuh. Apakah jika dia meninggal atau terbunuh maka kalian akan keluar dari agama kalian dan meninggalkan jihad?! Barangsiapa di antara kalian yang keluar dari agamanya, maka ia tidak akan menimpakan mudarat sedikitpun kepada Allah, karena Dia Mahakuat lagi Maha Perkasa. Tetapi ia akan mendatangkan mudarat bagi dirinya sendiri dengan menjerumuskan dirinya ke dalam kerugian dunia dan akhirat. Dan Allah akan memberikan balasan yang terbaik kepada orang-orang yang bersyukur kepada-Nya, yaitu dengan meneguhkan hati mereka untuk memegang teguh agama-Nya dan melanjutkan jihad mereka di jalan-Nya.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah144. Allah mengingkari orang-orang yang hendak murtad saat dikabarkan terbunuhnya Nabi pada perang Uhud “Muhammad tidak lain hanyalah seorang rasul, dan sebelumnya telah berlalu para rasul, sebagian mereka meninggal dan sebagian lainnya terbunuh. Apakah jika dia meninggal karena ajalnya telah datang atau dibunuh oleh orang-orang kafir kalian menjadi murtad dari agama kalian? Barangsiapa yang murtad, tidak akan memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi pahala orang-orang yang bersyukur dengan ucapan dan perbuatan serta teguh dalam agama.” Syeikh as-Syinqithi berkata “Dalam ayat ini Allah mengingkari orang yang mengira akan masuk surga tanpa diuji terlebih dahulu dengan berbagai kewajiban yang dapat membedakan siapa yang sabar dan ikhlas dalam beragama dari yang selainnya. Dan Allah menjelaskan hal ini dalam berbagai ayat, seperti dalam surat al-Baqarah ayat 214 أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah144. وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul Ketika Rasulullah mengalami luka di perang Uhud, syaitan berteriak sambil berkata Muhammad telah terbunuh, sehingga sebagian orang beriman merasa lemah sampai berkata diantara mereka Nabi Muhammad telah terbunuh maka serahkanlah saja tangan-tangan kalian karena sesungguhnya mereka adalah saudara kalian, dan sebagian yang lain berkata seandainya dia adalah Rasul utusan Allah niscaya dia tidak akan terbunuh. قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul Yakni Nabi Muhammad juga akan meninggal sebagaimana rasul-rasul sebelumnya telah meninggal, dan mungkin juga akan dibunuh sebagaimana rasul-rasul lain juga dibunuh. أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقٰبِكُمْ ۚ Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang murtad? Yakni mengapa kalian akan murtad dan meninggalkan agamanya jika dia meninggal atau terbunuh, padahal kalian mengetahui bahwa rasul-rasul sebelumnya telah pergi dan para pengikutnya senantiasa berpegang teguh pada agama mereka meski mereka ditinggal rasul mereka dengan kematian atau pembunuhan. وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ Barangsiapa yang berbalik ke belakang Yakni dengan mundur dari peperangan atau dengan murtad dari agama Islam. فَلَن يَضُرَّ اللهَ شَيْـًٔا ۗ maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun Akan tetapi ia hanya mendatangkan mudharat bagi dirinya sendiri. وَسَيَجْزِى اللهُ الشّٰكِرِينَ dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur Yakni orang-orang yang bersabar, berperang, dan mati syahid; karena dengan itu mereka telah bersyukur kepada Allah atas nikmat keislaman.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah144 Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul seperti rasul lain dari golongan manusia. Sungguh telah berlalu sebelum Muhammad kisah beberapa orang rasul yang telah wafat. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang untuk murtad setelah kalian beriman? Barangsiapa yang berbalik ke belakang murtad dari agamanya, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, akan tetapi justru memudhoroti diri mereka sendiri dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur dengan balasan yang baik atas ketetapan mereka dalam beragama. Ayat ini turun ketika orang-orang muslim kalah dalam perang Uhud, dan terdengar kabar bahwa Nabi terbunuh. Berkatalah seseorang Muhammad telah terbunuh, maka berikanlah dengan tangan kalian, sesungguhnya mereka juga saudara kalian. Dan Umar melihat orang-orang berbalik badan. Kemudian turunlah ayat Tidak lain Muhammad hanyalah seorang rasul.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahNabi Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu} berlalu {beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kalian berbalik ke belakang} kalian murtad dari agama kalian {Siapa saja yang berbalik ke belakang} salah satu diantara kalian murtad dari agamanya {maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukurMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H144. Allah berfirman, “Muhammad itu bukanlah lain hanya seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul.” Maksudnya, beliau bukan rasul yang pertama, bahkan beliau adalah termasuk jenis para Rasul yang telah ada sebelum beliau, di mana tugas mereka adalah menyampaikan misi Rabb mereka dan melaksanakan perintah-perintahNya, dan mereka itu tidaklah kekal. kekekalan mereka bukanlah suatu syarat dari penataan dari perintah-perintah Allah. Yang wajib atas seluruh umat adalah beribadah kepada Rabb mereka pada setiap waktu dan kondisi. Karena itu Allah berfirman, “Apakah jika dia wafat atau di bunuh, kamu berbali kebalakang murtad” dengan meninggalkan sesuatu yang telah datang kepada kalian berupa keimanan dan syariat jihad, atau selainya? Allah berfirman, “barang siapa yang berbalik kebalakang, maka dia tidak adapat mendatangkan mudharat kapada Allah sedikitpun, ” dia hanya akan mendatangkan mudharat kepada dirinya sendiri, dan sekirany tidak demikian, maka Allah tidak butuh kepadanya, dan Allah pasti akan mengakan agamanya serta memuliakan hamba-hambaNya yang beriman. Ketika Alllah mencela orang-orang yang berbalik kebelakang, maka Allah menguji orang-orang yang tegar bersam RasulNya dan mentaati perintah tuhanya seraya berfirman, “Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. ”Bersyukur itu tidaklah ada kecuali dengan menegakan pengahambaan kepada Allah dalam segala kondisi. Di dalam ayat yang mulia ini terkandung petunjuk dari Allah segala hal dalam setiap urusan agama dengan mempersiapkan beberapa orang yang mumpuni dalam hal itu. Apabila salah seorang meninggal, maka digantikan oleh lainya, dan agar seluruh kaum mukminin bertujuan menegakan agama Allah dan berjihad menurut kemampuanya, dan agar jangan sampai mereka memiliki tujuan bersama suatu pemimpin tanpa pemimpin lainya, maka dengan kondisi ini niscaya urusan mereka akan lancar dan berjalan baik. Di dalam ini juga terkandung sebuah dalil atas keutamaan kejujuran tungkat tinggi dari Abu Bakar As-Shidik dan para sahabatnya yang memerangi orang-orang murtad setelah Rosululloh karena mereka adalah pemimpin orang-orang yang bersyukur.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Ali Imran ayat 144 Dan Muhammad itu tidak lain melainkan seorang Rasul yang telah lalu dahulu daripadanya beberapa rasul; apakah jika ia mati atau terbunuh, kamu akan berpaling atas tumit-tumit kamu? Padahal barangsiapa berpaling atas dua tumitnya, maka tidak akan ia menyusahkan Allah sedikit jua pun; dan Allah akan balas mereka yang menerima kasih📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang manusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh dan ada pula yang karena sakit biasa. Karena itu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul yang terdahulu itu. Di waktu berkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan pemimpin kaum Quraisy. Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang-orang munafik itu. Sahih Bukhari bab Jihad. Abu Bakar radhiyallahu 'anhu iuga membacakan ayat ini ketika terjadi kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menenteramkan Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu 'anhu. dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang wafatnya Nabi itu. Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat. Di dalam kisah ini terdapat dalil keutamaan Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Bahkan hanya merugikan dirinya sendiri. Hal itu, karena Allah tidak butuh kepadanya dan akan tetap menegakkan agama-Nya serta menguatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin. Yakni orang-orang yang tetap teguh dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali Imran Ayat 144Ketika beredar berita bahwa nabi gugur dalam perang uhud, pasukan muslim yang imannya lemah meninggalkan medan perang bahkan ada yang kembali kafir dan minta perlindungan abu sufya'n, pemimpin pasukan kafir. Allah kemudian mengingatkan bahwa nabi Muhammad hanyalah seorang rasul yang suatu saat pasti akan meninggal dunia sebagaimana sebelumnya telah berlalu, yakni telah meninggal dunia, beberapa rasul baik karena terbunuh atau sakit biasa. Apakah jika dia wafat atau dibunuh lalu kamu berbalik ke belakang meninggalkan islam dan menjadi murtad' barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun, tetapi ia sendiri yang akan rugi dan celaka karena kembali kepada kesesatan. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur, yang tetap mempertahankan iman dan melaksanakan tugas dengan baik dalam situasi terancam sekalipun. Sebagian pasukan muslim lari dari medan perang uhud karena takut mati. Mereka lupa bahwa setiap yang bernyawa tidak akan mati dengan sebab apa pun kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya sehingga tidak bisa disegerakan dengan tetap bertahan dalam medan pertempuran atau ditunda dengan meninggalkan medan perang. Barang siapa berperang dan berusaha karena menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya sebagian pahala dunia itu bagi siapa yang kami kehendaki, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan pula kepadanya pahala akhirat itu sebagai anugerah kami atas syukur mereka yang telah menggunakan nikmat kami sebagaimana seharusnya, dan pasti kami akan memberi balasan kebaikan kepada orang-orang yang bersyukur lihat surah al-isra''/17 18-19.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah pelbagai penjelasan dari beragam mufassirun berkaitan kandungan dan arti surat Ali Imran ayat 144 arab-latin dan artinya, semoga membawa faidah bagi kita bersama. Bantulah syi'ar kami dengan memberi hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan Halaman Paling Banyak Dilihat Kami memiliki ratusan topik yang paling banyak dilihat, seperti surat/ayat Ar-Rahman, Do’a Sholat Dhuha, Al-Kahfi, Al-Mulk, Al-Waqi’ah, Yasin. Ada juga Al-Ikhlas, Ayat Kursi, Asmaul Husna, Al-Baqarah, Shad 54, Al-Kautsar. Ar-RahmanDo’a Sholat DhuhaAl-KahfiAl-MulkAl-Waqi’ahYasinAl-IkhlasAyat KursiAsmaul HusnaAl-BaqarahShad 54Al-Kautsar Pencarian al kautsar artinya, al isra 17 32, sesungguhnya tipu daya wanita itu dahsyat qs. yusuf ayat 28, al baqarah ayat 155, at talaq Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah وَمَاAnd notمُحَمَّدٌis Muhammad -إِلَّاexceptرَسُولٌa Messenger,قَدْcertainlyخَلَتْpassed awayمِن قَبْلِهِbefore himٱلرُّسُلُ‌ۚ[the] other ifمَّاتَhe diedأَوْorقُتِلَis slainٱنقَلَبْتُمْwill you turn backعَلَىٰٓonأَعْقَـٰبِكُمْ‌ۚyour heels?وَمَنAnd whoeverيَنقَلِبْturns backعَلَىٰonعَقِبَيْهِhis heelsفَلَنthen neverيَضُرَّwill he harmٱللَّهَAllahشَيْــًٔا‌ۗin ٱللَّهُAnd Allah will rewardٱلشَّـٰكِرِينَthe grateful ones.﴿١٤٤﴾ وَمَاAnd notكَانَisلِنَفْسٍfor a soulأَنthatتَمُوتَhe diesإِلَّاexceptبِإِذْنِ ٱللَّهِby the permission of Allah,كِتَـٰبًاat a decreeمُّؤَجَّلاً‌ whoeverيُرِدْdesiresثَوَابَrewardٱلدُّنْيَاof the world -نُؤْتِهِۦWe will give himمِنْهَاthereof;وَمَنand whoeverيُرِدْdesiresثَوَابَrewardٱلْأَخِرَةِof the HereafterنُؤْتِهِۦWe will give himمِنْهَا‌ We will rewardٱلشَّـٰكِرِينَthe grateful ones.﴿١٤٥﴾ وَكَأَيِّنAnd how manyمِّنfromنَّبِىٍّa Prophetقَـٰتَلَfought;مَعَهُۥwith himرِبِّيُّونَ كَثِيرٌwere many religious notوَهَنُواْthey lost heartلِمَآfor whatأَصَابَهُمْbefell themفِىinسَبِيلِthe wayٱللَّهِof Allahوَمَاand notضَعُفُواْthey weakenedوَمَاand notٱسْتَكَانُواْ‌ۗthey gave Allahيُحِبُّlovesٱلصَّـٰبِرِينَthe patient ones.﴿١٤٦﴾ وَمَاAnd notكَانَwereقَوْلَهُمْtheir wordsإِلَّآexceptأَنthatقَالُواْthey said,رَبَّنَا`Our Lord,ٱغْفِرْforgiveلَنَاfor usذُنُوبَنَاour sinsوَإِسْرَافَنَاand our excessesفِىٓinأَمْرِنَاour affairsوَثَبِّتْand make firmأَقْدَامَنَاour feetوَٱنصُرْنَاand give us victoryعَلَىagainstٱلْقَوْمِ[the people]ٱلْكَـٰفِرِينَthe disbelievers.﴿١٤٧﴾ فَـَٔـاتَـٰهُمُ ٱللَّهُSo Allah gave themثَوَابَrewardٱلدُّنْيَاin the worldوَحُسْنَand goodثَوَابِrewardٱلْأَخِرَةِ‌ۗin the Allahيُحِبُّlovesٱلْمُحْسِنِينَthe good-doers.﴿١٤٨﴾ وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوۡلٌ ۚ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِهِ الرُّسُلُ​ؕ اَفَا۟ـئِنْ مَّاتَ اَوۡ قُتِلَ انْقَلَبۡتُمۡ عَلٰٓى اَعۡقَابِكُمۡ​ؕ وَمَنۡ يَّنۡقَلِبۡ عَلٰى عَقِبَيۡهِ فَلَنۡ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيۡـئًا​ ؕ وَسَيَجۡزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيۡنَ‏   وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ اَنۡ تَمُوۡتَ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ؕ وَ مَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ​ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الۡاٰخِرَةِ نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ​ؕ وَسَنَجۡزِى الشّٰكِرِيۡنَ‏  وَكَاَيِّنۡ مِّنۡ نَّبِىٍّ قٰتَلَ ۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوۡنَ كَثِيۡرٌ ۚ فَمَا وَهَنُوۡا لِمَاۤ اَصَابَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوۡا وَمَا اسۡتَكَانُوۡا ​ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيۡنَ‏  وَمَا كَانَ قَوۡلَهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡا رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَاِسۡرَافَنَا فِىۡۤ اَمۡرِنَا وَ ثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ‏  فَاٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنۡيَا وَحُسۡنَ ثَوَابِ الۡاٰخِرَةِ​ ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ‏  Translation 3144 Muhammad is no more than a Messenger, and Messengers have passed away before him. If, then, he were to die or be slain will you turn about on your heels?103 Whoever turns about on his heels can in no way harm Allah. As for the grateful ones, Allah will soon reward them. 3145 It is not given to any soul to die except with the leave of Allah, and at an appointed And he who desires his reward in this world, We shall grant him the reward of this world; and he who desires the reward of the Other World,105 We shall grant him the reward of the Other World. And soon shall We reward the ones who are 3146 Many were the Prophets on whose side a large number of God-devoted men fought they neither lost heart for all they had to suffer in the way of Allah nor did they weaken nor did they abase Allah loves such steadfast ones. 3147 And all they said was this 'Our Lord! Forgive us our sins, and our excesses, and set our feet firm, and succour us against those who deny the Truth.' 3148 Thereupon Allah granted them the reward of this world as well as a better reward of the World to Come. Allah loves those who do good. Commentary 103. When the rumour of the Prophet's martyrdom spread during the battle, it disheartened most of the Companions. The hypocrites who were in the Muslim camp began to advise the believers to approach 'Abd Allah b. Ubayy so that he might secure protection for them from Abu Sufyan. Some went so far as to say that had Muhammad really been the Messenger of God he would not have been put to death, and for that reason they counselled people to revert to their ancestral faith. It is in this context that the Muslims are now told that if their devotion to the truth is wholly bound up with the person of Muhammad peace be on him, and if their submission to God is so lukewarm that his demise would cause them to plunge back into the disbelief they had cast off, then they should bear in mind the fact that Islam does not need them. 104. The purpose of this directive is to bring home to the Muslims that it would be futile for them to try to flee from death. No one can either die before or survive the moment determined for death by God. Hence one should not waste one's time thinking how to escape death. Instead, one should take stock of one's activities and see whether one's efforts have either been directed merely to one's well-being in this world or to well-being in the Hereafter. 105. The word thawab denotes recompense and reward. The 'reward of this world' signifies the totality of benefits and advantages which a man receives as a consequence of his actions and efforts within the confines of this world. The 'reward of the Other World' denotes the benefits that a man will receive in the lasting World to Come as the fruits of his actions and efforts. From the Islamic point of view, the crucial question bearing upon human morals is whether a man keeps his attention focused on the worldly results of his endeavours or on the results which will acrue to him in the Next World. 106. The 'ones who are grateful' are those who fully appreciate God's favour in making the true religion available to them, and thereby intimating to them knowledge of a realm that is infinitely vaster than this world. Such people appreciate that God has graciously informed them of the truth so that the consequences of human endeavour are not confined to the brief span of earthly life but cover a vast expanse, embracing both the present life and the much more important life of the Hereafter. A grateful man is he who, having gained this breadth of outlook and having developed this long-range perception of the ultimate consequences of things, persists in acts of righteousness out of his faith in God and his confidence in God's assurance that they will bear fruit in the Hereafter. He does so even though he may sometimes find that, far from bearing fruit, righteousness leads to privation and suffering in this world. The ungrateful ones are those who persist in a narrow preoccupation with earthly matters. They are those who disregard the evil consequences of unrighteousness in the Hereafter, seizing everything which appears to yield benefits and advantages in this world, and who are not prepared to devote their time and energy to those acts of goodness which promise to bear fruit in the Hereafter and which are either unlikely to yield earthly advantages or are fraught with risks. Such people are ungrateful and lack appreciation of the valuable knowledge vouchsafed to them by God. 107. They did not surrender to the followers of falsehood merely because of their numerical inferiority and lack of resources. Baca, pelajari, dan pelajari The Noble adalah Sadaqah Jariyah. Kami berharap agar kami dapat memudahkan semua orang dapat membaca, mempelajari dan memahami erti Al-Quran. Al-Quran yang mulia mempunyai banyak nama antaranya Al-Quran Al-Kareem, Al-Kitab, Al-Furqan, Al-Maw'itha, Al-Zikir, dan Al-Nur. Tafheem ul Quran Surah 3 Ali 'Imran, Ayat 144-148 وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوۡلٌ ۚ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِهِ الرُّسُلُ​ؕ اَفَا۟ـئِنْ مَّاتَ اَوۡ قُتِلَ انْقَلَبۡتُمۡ عَلٰٓى اَعۡقَابِكُمۡ​ؕ وَمَنۡ يَّنۡقَلِبۡ عَلٰى عَقِبَيۡهِ فَلَنۡ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيۡـئًا​ ؕ وَسَيَجۡزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيۡنَ‏  ﴿3144﴾ وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ اَنۡ تَمُوۡتَ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ؕ وَ مَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ​ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الۡاٰخِرَةِ نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ​ؕ وَسَنَجۡزِى الشّٰكِرِيۡنَ‏ ﴿3145﴾ وَكَاَيِّنۡ مِّنۡ نَّبِىٍّ قٰتَلَ ۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوۡنَ كَثِيۡرٌ ۚ فَمَا وَهَنُوۡا لِمَاۤ اَصَابَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوۡا وَمَا اسۡتَكَانُوۡا ​ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيۡنَ‏ ﴿3146﴾ وَمَا كَانَ قَوۡلَهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡا رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَاِسۡرَافَنَا فِىۡۤ اَمۡرِنَا وَ ثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ‏ ﴿3147﴾ فَاٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنۡيَا وَحُسۡنَ ثَوَابِ الۡاٰخِرَةِ​ ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ‏ ﴿3148﴾ 3144 Muhammad is no more than a Messenger, and Messengers have passed away before him. If, then, he were to die or be slain will you turn about on your heels?103 Whoever turns about on his heels can in no way harm Allah. As for the grateful ones, Allah will soon reward them. 3145 It is not given to any soul to die except with the leave of Allah, and at an appointed And he who desires his reward in this world, We shall grant him the reward of this world; and he who desires the reward of the Other World,105 We shall grant him the reward of the Other World. And soon shall We reward the ones who are 3146 Many were the Prophets on whose side a large number of God-devoted men fought they neither lost heart for all they had to suffer in the way of Allah nor did they weaken nor did they abase Allah loves such steadfast ones. 3147 And all they said was this 'Our Lord! Forgive us our sins, and our excesses, and set our feet firm, and succour us against those who deny the Truth.' 3148 Thereupon Allah granted them the reward of this world as well as a better reward of the World to Come. Allah loves those who do good. Notes 103. When the rumour of the Prophet's martyrdom spread during the battle, it disheartened most of the Companions. The hypocrites who were in the Muslim camp began to advise the believers to approach 'Abd Allah b. Ubayy so that he might secure protection for them from Abu Sufyan. Some went so far as to say that had Muhammad really been the Messenger of God he would not have been put to death, and for that reason they counselled people to revert to their ancestral faith. It is in this context that the Muslims are now told that if their devotion to the truth is wholly bound up with the person of Muhammad peace be on him, and if their submission to God is so lukewarm that his demise would cause them to plunge back into the disbelief they had cast off, then they should bear in mind the fact that Islam does not need them. 104. The purpose of this directive is to bring home to the Muslims that it would be futile for them to try to flee from death. No one can either die before or survive the moment determined for death by God. Hence one should not waste one's time thinking how to escape death. Instead, one should take stock of one's activities and see whether one's efforts have either been directed merely to one's well-being in this world or to well-being in the Hereafter. 105. The word thawab denotes recompense and reward. The 'reward of this world' signifies the totality of benefits and advantages which a man receives as a consequence of his actions and efforts within the confines of this world. The 'reward of the Other World' denotes the benefits that a man will receive in the lasting World to Come as the fruits of his actions and efforts. From the Islamic point of view, the crucial question bearing upon human morals is whether a man keeps his attention focused on the worldly results of his endeavours or on the results which will acrue to him in the Next World. 106. The 'ones who are grateful' are those who fully appreciate God's favour in making the true religion available to them, and thereby intimating to them knowledge of a realm that is infinitely vaster than this world. Such people appreciate that God has graciously informed them of the truth so that the consequences of human endeavour are not confined to the brief span of earthly life but cover a vast expanse, embracing both the present life and the much more important life of the Hereafter. A grateful man is he who, having gained this breadth of outlook and having developed this long-range perception of the ultimate consequences of things, persists in acts of righteousness out of his faith in God and his confidence in God's assurance that they will bear fruit in the Hereafter. He does so even though he may sometimes find that, far from bearing fruit, righteousness leads to privation and suffering in this world. The ungrateful ones are those who persist in a narrow preoccupation with earthly matters. They are those who disregard the evil consequences of unrighteousness in the Hereafter, seizing everything which appears to yield benefits and advantages in this world, and who are not prepared to devote their time and energy to those acts of goodness which promise to bear fruit in the Hereafter and which are either unlikely to yield earthly advantages or are fraught with risks. Such people are ungrateful and lack appreciation of the valuable knowledge vouchsafed to them by God. 107. They did not surrender to the followers of falsehood merely because of their numerical inferiority and lack of resources.

ali imran 144 148