Hitungberapa perubahan arus yang terjadi pada kumparan tersebut. Diketahui: L = 4 H. Ī”t = 0,8 s. ε = 0,5 volt. Menghitung Perubahan Arus Pada GGL Induksi Diri Kumparan, Besar perubahan arus dalam sebuah kumparan yang mengakibatkan terjadi ggl induksi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut: ε = -L(Ī”I/Ī”t) atau. Ī”I = -(ε Ī”t)/L. Ī”I GunakanHukum Ohm, untuk menentukan besarnya arus yang mengalir pada rangkaian. V = I . R I = V / R I = 12 V / ( 7 Kohm) = 1,71 mA Jadi, besarnya arus yang mengalir pada rangkaian adalah 1,71 mA. Contoh 3 : Soal Resistor Seri, Paralel, dan Kombinasi Seri-Paralel Tiga buah resistor yang besarnya adalah R1 = 4 KOhm dan R2 = R3 = 12 KOhm. PengertianArus Listrik (Electric Current) - Arus listrik atau dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Electric Current adalah muatan listrik yang mengalir melalui media konduktor dalam tiap satuan waktu. Muatan listrik pada dasarnya dibawa oleh Elektron dan Proton di dalam sebuah atom. Proton memiliki muatan positif, sedangkan Elektron memiliki muatan negatif. Artinya arus paling besar akan terdapat pada hambatan paling kecil di dalam sebuah rangkaian paralel. Diketahui pada rangkaian paralel, nilai hampatan pada L 1 = 12 Ī©, L 2 = 3 Ī©, dan L 3 = 4 Ī©. Sehingga, urutan nyala lampu yang paling terang ke paling redup sama dengan urutan lampu dengan hambaran kecil ke besar. Urutan nyala lampu paling Jadi arus yang mengalir setiap hambatan adalah 0,12 A dengan hambatan pengganti 200 Ī©. 2. Rangkaian Hambatan Listrik Paralel. Hambatan paralel adalah rangkaian yang disusun secara berdampingan/berjajar. Jika hambatan yang dirangkai paralel dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka tegangan pada ujung-ujung tiap hambatan adalah sama. 6aScJ. pada nikah listrik paralel besarnya aliran yang mengalir pada setiap cabang A Segara B Farik Selisih C lebih boncel D Makin osean​ Sreg hubungan setrum paralel perputaran yang berputar sreg setiap silang besarnya…​ Signifikansi Pertautan Paralel Apa nan dimaksud dengan rangkaian paralel? Internal mantra kelistrikan, relasi paralel merupakan perpautan radas-gawai setrum yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau beranting. Perhatikan tulangtulangan kawin paralel berikut ini Aliansi paralel terpelajar terbimbing bila semua masukan suku cadang berasal berbunga sumber yang setara. Konfigurasi ini membuat gabungan paralel punya lebih berasal satu jalur arus alias membentuk percabangan di antara kaki langit antipoda-n partner sendang arus setrum. Setiap episode berpunca percabangan itu disebut rangkaian percabangan. Sirkuit listrik akan terbagi-bagi semacam itu memasuki titik percabangan. Pasca- keluar melewati lawan merusak sumber rotasi listrik dan melalui rangkaian percabangan, diseminasi elektrik akan menyatu pun sebelum menumpu jodoh positif sumber perputaran listrik kembali. Itulah sebabnya cak kenapa sehingga rangkaian paralel disebut umpama pertautan elektrik yang berfungsi kerjakan membagi persebaran. Ciri-Ciri Relasi Paralel Ciri-ciri singularis nikah paralel, antara bukan bak berikut Punya percabangan Hambatan kuantitas makin kecil Tegangan listrik pada setiap suku cadang setolok samudra Peredaran setrum yang bersirkulasi puas setiap suku cadang besarnya lain setinggi Signifikansi Kontak Listrik Pernahkan sobat merefleksikan taksir-duga nan dipakai sreg lampu di urut-urutan itu menunggangi relasi apa? Wasilah Elektrik adalah sebuah kolek atau koalisi sehingga elektron boleh bergerak berpunca sumber voltase ataupun revolusi listrik. Proses pemindahan elektron inilah nan kita kenal sebagai setrum. Elektron dapat bersirkulasi sreg material penghantar persebaran elektrik yakni konduktor. Oleh karena itu kabel nan dipakai sreg hubungan listrik karena benang metal terbuat berpunca tembaga nan dapat menghantarkan revolusi elektrik. Lampu adalah pikulan setrum dan sumber listrik berpokok pecah baterai. Setrum mengalir melalui tali tin dan saklar berfungsi lakukan memutus ataupun menyambungkan diseminasi listrik. Simbol universal buat tanggung elektrik adalah hambatan resistor. Terwalak dua tipe pernah yakni pertalian seri dan persaudaraan paralel. Perpautan cahaya dan paralel boleh dikombinasikan sehingga menjadi kombinasi sintesis. Listri Dinamis 3 Koneksi ListrikSeri-paralel Setelah memaklumi tiga total serta keseleo satu syariat nan pokok dalam setrum dinamis, boleh jadi ini akan dibahas mengenai wasilah komponen-onderdil listrik kerumahtanggaan satu hubungan interelasi listrik. Afiliasi Setrum Tersisa Kombinasi listrik merupakan suatu lintasan yang dapat diairi maka berusul itu muatan setrum arus. Suatu rangkaian setrum umumnya terdiri dari banyak komponen listrik. Suku cadang-suku cadang elektrik tersebut terdiri berasal onderdil pen-supplyenergi elektrik sama dengan batterai dan suku cadang pengguna energi listrik seperti bola lampu –resistor.Revolusi elektrik akan bersirkulasi n domestik satu afiliasi yang setidaknya memiliki sumber tekanan listrik untuk membuat rotasi bersirkulasi, punya onderdil pengguna energi yang di-supply sendang tegangan, dan adalah persaudaraan terlayang. Gambar di atas yaitu komplet bakal sebuah ikatan elektrik terlambat. Pada bagan tersebut komponen pen-supplyenergi adalah aki, temporer bola bola lampu bermain perumpamaan komponen pengguna energi, dan pertalian tersebut tertutup, sehingga arus dapat bergerak. Pertanyaannya, apakah bila tak suka-suka lampu busur arus bukan akan bergerak? Internal syarat nan ke-2 dikatakan harus terletak suatu suku cadang nan memperalat energi listrik yang disokong maka itu mata air tegangan. Situasi tersebut dikarenakan seharusnya kedua ujung penghantar listrik memiliki potensial nan berbeda sehingga perputaran bisa terus bersirkulasi. Sekadar, sonder bohlam pun peredaran elektrik dapat mengalir, karena internal penghantar listrik sekali lagi mempunyai obstruksi. Sehingga sememangnya dawai penghantar lagi berlaku perumpamaan onderdil konsumen energi setrum. Perikatan Hambatan Cahaya Komponen-onderdil setrum dinyatakan dirangkai secara kurat pada saat suku cadang-komponen tersebut dihubungkan secara kronologis dalam suatu jongkong rangkaian. Karakteristik dari rangkaian kilap yaitu Peredaran setrum sahaja mempunyai satu kempang untuk mengalir. Hal ini signifikan perputaran setrum yang mengalir pada tiap suku cadang listrik privat rangkaian kirana punya segara yang sekelas. Perputaran listrik nan bersirkulasi dihambat oleh obstruksi pertama, sehabis melintasi hambatan mula-mula, perputaran yang seimbang dihambat maka itu hambatan kedua, kendala ketiga, dan lebih lanjut. Sehingga Hambatan total lega rangkaian cahaya yakni besaran semenjak tiap hambatan selama perkariban listrik. Energi setrum yang diberikan sendang tegangan kerjakan takhlik peredaran bersirkulasi, didisipasi oleh tiap hambatan pada rangkaian. Peristiwa ini bermanfaat total tekanan listrik plong tiap komponen listrik pada pertautan kilauan sama dengan tegangan sreg perigi tarikan. Karena rintangan jumlah lega interelasi nur yaitu jumlah berpangkal tiap hambatan plong rangkaian, maka pergaulan cerah biasanya ditujukan buat memperbesar hambatan sreg kontak. Perpautan Obstruksi Paralel Apabila onderdil-komponen listrik dihubungkan plong dua bintik yang ekuivalen dalam perkariban setrum, maka bisa dinyatakan bahwa onderdil-komponen listrik tersebut dirangkai secara paralel. Karakteristik dari interelasi paralel yaitu Tiap onderdil terhubung pada dua titik yang setimpal kerumahtanggaan rangkaian. Sehingga tegangan tiap hambatan memiliki samudra nan sepadan. Distribusi besaran intern rangkaian terbagi puas simpang-cabang paralel dengan besaran rotasi yang bersirkulasi sreg tiap cabang sama dengan rotasi kuantitas sreg nikah. Tegangan plong hambatan dalam tiap simpang paralel besarnya sama, namun diseminasi yang mengalir pada tiap silang berbeda. Sehingga besarnya rotasi pada tiap simpang berbanding terjungkir dengan besarnya obstruksi pada silang tersebut. Penyisipan kuantitas simpang paralel menyebabkan hambatan kuantitas semakin kecil, sehingga pertalian paralel ditujukan cak bagi memperkecil hambatan. 201305/08CATEGORYPhysicsTAGSarus setrumlampu senterelektrik dinamishubungan elektrikrangkaian elektrik tersisapersaudaraan paralelrangkaian seriLeave a comment A. Jalinan Cahaya Ikatan semarak ialah sebuah gabungan elektronik ataupun setrum nan proses penyusunannya dilakukan menggunakan pendirian bersambungan. Komponen di kerumahtanggaan pergaulan tersebut disusun dengan satu jalur. Maka berpokok itu karena itu, seluruh suku cadang yang ada di dalamnya mampu dialiri oleh arus listrik. Berikut merupakan kerangka bagan persaudaraan seri. Berikut ini merupakan rumus berusul koneksi sorot yang terbiasa beliau pahami Rs = R1 + R2 + R3 + . . . Embaran Rs = Hambatan Total Ikatan Semarak atau Ohm R1 = Rintangan Permulaan atau Ohm R2 = Hambatan Kedua ataupun Ohm R3 = Kendala Ketiga atau Ohm Aliansi paralel merupakan sebuah pergaulan elektronik ataupun listrik yang proses penyusunannya dilakukan secara sejajar atau berjenjang. Sederhananya, pertalian tersebut terhubung dengan mandu berderet. Sehingga perigi distribusi listrik yang kongkalikong semau di dalamnya berceranggah. Tunak komponen yang terserah di privat nikah paralel n kepunyaan besar tegangan yang setolok. Oleh karena itu, setiap onderdil nan dilalui oleh rotasi listrik akan dijumlahkan menjadi besaran total rotasi secara keseluruhan. Berikut yakni pola gambaran gabungan paralel. Di bawah ini merupakan rumus afiliasi paralel nan terlazim dipahami 1/Rs = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + . . . Pengetahuan Rp = Rintangan Total Wasilah Paralel alias Ohm R1 = Obstruksi Permulaan ataupun Ohm R2 = Obstruksi Kedua atau Ohm R3 = Rintangan Ketiga maupun Ohm Korespondensi paralel punya ciri-ciri tersendiri nan boleh membedakannya dengan rangkaian listrik maupun korespondensi elektronik lainnya. Berikut adalah ciri-ciri terbit rangkaian paralel yakni 1. Proses penyusunan semua suku cadang yang ada dirangkai secara bersusun 2. Di semua silang jalinan paralel dapat dialiri maka itu revolusi yang besarannya berlainan-selisih 3. Setiap komponen yang cak semau di dalamnya akan dikaitkan dengan sendang voltase, baik itu puas imbangan merusak ataupun teman positif. Maka itu karena itu, setiap komponennya bisa memperoleh tegangan yang besarnya setimbang. Akan belaka, setiap cak semau kendala di onderdil listriknya, akan ada beberapa hambatan total nan boncel. Selain ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh korespondensi paralel, terserah pula kebaikan dan juga kekeringan dari rangkaian paralel tersebut. Berikut yaitu penjelasannya Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel – Jika membahas mengenai barang-barang elektronik, pasti akan selalu berkaitan dengan berbagai komponen penyusunnya. Salah satu komponen tersebut yaitu resistor. Dimana resistor mampu dirangkai secara seri maupun paralel. Jika menurut ilmu elektro, dijelaskan tentang rumus rangkaian seri dan of Contents Show B. Rangkaian ParalelC. Kelebihan dari Rangkaian ParalelD. Kekurangan Rangkaian ParalelE. Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel1. Cara Menyusun Komponen Listrik2. Penggunaan Kabel dan Saklar3. Kontinuitas Komponen Listrik4. Hambatan TotalF. Daftar Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel1. Contoh soal 12. Contoh soal 2G. Jenis dan Komponen Rangkaian Listrik1. Komponen Listrik2. Sumber Listrik3. Konduktor4. ElektronH. Rumus Rangkaian Listrik2. Tegangan3. HambatanRekomendasi Buku & ArtikelBagaimana arus yang mengalir pada rangkaian paralel?Bagaimana arus listrik yang mengalir pada rangkaian seri?Mengapa jika salah satu komponen pada rangkaian seri rusak maka seluruh rangkaian akan ikut rusak?Apa itu i total? Bahkan ada juga penjelasan mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel. Kedua jenis rangkaian listrik atau elektronik tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda. Jika salah satu lampu di rumah dipadamkan, maka lampu lainnya tidak akan padam juga dan tetap menyala. Namun untuk rangkaian serinya, apabila salah satu lampu padam, maka lampu lainnya juga akan ikut padam. Berikut adalah contoh gambaran dari rangkaian seri dan seri dan paralel digunakan dengan beberapa kondisi dan juga pertimbangan. Misalnya, sebuah proyek pencahayaan dalam skala besar di sebuah pembangunan, lampu rumah, baterai, dan lainnya. Dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan wacana terkait rumus rangkaian seri dan juga rumus rangkaian paralel. Kemudian juga mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak informasi di bawah ini yaSemua komponen yang ada di dalam rangkaian listrik maupun elektronik bisa dihubungkan dengan menggunakan rangkaian seri atau paralel. Di bawah ini adalah klasifikasi terkait rumus rangkaian seri dan rumus rangkaian paralel beserta perbedaan rangkaian seri dan paralel. Berikut adalah penjelasan selengkapnyaA. Rangkaian SeriB. Rangkaian ParalelC. Kelebihan dari Rangkaian ParalelD. Kekurangan Rangkaian ParalelE. Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel1. Cara Menyusun Komponen Listrik2. Penggunaan Kabel dan Saklar3. Kontinuitas Komponen Listrik4. Hambatan TotalF. Daftar Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel1. Contoh soal 12. Contoh soal 2G. Jenis dan Komponen Rangkaian Listrik1. Komponen Listrik2. Sumber Listrik3. Konduktor4. ElektronH. Rumus Rangkaian Listrik1. Arus2. Tegangan3. Hambatan Rekomendasi Buku & ArtikelBuku TerkaitMateri Terkait FisikaRangkaian seri merupakan sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan menggunakan cara berurutan. Komponen di dalam rangkaian tersebut disusun dengan satu jalur. Oleh karena itu, seluruh komponen yang ada di dalamnya mampu dialiri oleh arus listrik. Berikut adalah gambar bentuk rangkaian ini adalah rumus dari rangkaian seri yang perlu kamu pahamiRs = R1 + R2 + R3 + . . . Keterangan Rs = Hambatan Total Rangkaian Seri atau Ohm R1 = Hambatan Pertama atau Ohm R2 = Hambatan Kedua atau Ohm R3 = Hambatan Ketiga atau OhmB. Rangkaian ParalelRangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan secara sejajar atau bersusun. Sederhananya, rangkaian tersebut terhubung dengan cara berderet. Sehingga sumber arus listrik yang ada di dalamnya bercabang-cabang. Setia komponen yang ada di dalam rangkaian paralel memiliki besar tegangan yang sama. Oleh karena itu, setiap komponen yang dilalui oleh arus listrik akan dijumlahkan menjadi jumlah total arus secara keseluruhan. Berikut adalah contoh gambaran rangkaian bawah ini adalah rumus rangkaian paralel yang perlu dipahami1/Rs = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + . . . Keterangan Rp = Hambatan Total Rangkaian Paralel atau Ohm R1 = Hambatan Pertama atau Ohm R2 = Hambatan Kedua atau Ohm R3 = Hambatan Ketiga atau OhmRangkaian paralel memiliki ciri-ciri khusus yang bisa membedakannya dengan rangkaian listrik ataupun rangkaian elektronik lainnya. Berikut adalah ciri-ciri dari rangkaian paralel yaitu1. Proses penyusunan semua komponen yang ada dirangkai secara bersusun 2. Di semua cabang rangkaian paralel dapat dialiri oleh arus yang besarannya berbeda-beda 3. Setiap komponen yang ada di dalamnya akan dikaitkan dengan sumber tegangan, baik itu pada kutub negatif maupun kutub positif. Oleh karena itu, setiap komponennya bisa memperoleh tegangan yang besarnya sama. Akan tetapi, setiap ada kendala di komponen listriknya, akan ada sejumlah kendala total yang ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh rangkaian paralel, ada pula kelebihan dan juga kekurangan dari rangkaian paralel tersebut. Berikut adalah penjelasannyaC. Kelebihan dari Rangkaian Paralela. Apabila salah satu komponen atau cabang listrik yang ada di dalamnya mengalami kerusakan atau putus. Maka komponen lainnya yang ada di dalam rangkaian tersebut masih tetap berfungsi. b. Semua komponen yang saling berkaitan atau berhubungan dengan saklar tidak akan kuat terhadap komponen yang lain. Misalnya, ketika salah satu saklar yang terhubung dengan lampu rumah dimatikan, maka lampu yang lain yang tidak terhubung dengan saklar tidak akan ikut Kekurangan Rangkaian Paralela. Memerlukan penghantar listrik atau kabel yang banyak untuk merangkai semua komponen listriknya. b. Biayanya tergolong lebih mahalE. Perbedaan Rangkaian Seri dan ParalelPerbedaan antara rangkaian seri dan juga rangkaian paralel bisa ditinjau dari beberapa faktor. Mulai dari cara penyusunan komponen elektronik atau listriknya, penggunaan kabel dan saklarnya, kontinuitas kendala total dan komponen listriknya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini ya1. Cara Menyusun Komponen ListrikPerbedaan rangkaian seri dan paralel yang pertama terletak di cara penyusunan komponen listriknya. Cara mengidentifikasi rangkaian tersebut bisa dilakukan dengan mudah, yaitu cukup dengan melihat cara memasang komponen listriknya saja. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa komponen rangkaian paralel biasanya disusun dengan cara berderet dari sumber energi listriknya. Sementara itu, rangkaian seri biasanya disusun dengan cara bersusun dari sumber rangkaian seri dan paralel tidak sebatas itu saja. Terdapat pebedaan lainnya yang berkaitan dengan penghubung kabelnya. Dimana di dalam rangkaian paralel, semua komponen dihubungkan dengan cara bercabang tapi tetap berkaitan dengan satu daya, yaitu kutub negatif dan kutub positif. Oleh karena itu, setiap cabangnya akan dialiri oleh arus listrik yang besarnya berbeda-beda. Akan tetapi memiliki besaran tegangan di setiap cabang yang rangkaian seri, semua komponen yang ada di dalamnya tidak bercabang. Sehingga arah arus listriknya searah. Dengan begitu, besaran arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut jumlahnya sama. Namun memiliki besaran tegangan yang berbeda-beda. Rangkaian seri tersebut memiliki tegangan yang asalnya dari jumlah masing-masing hambatan. Tapi besar kendalanya berasal dari hasil bagi antara tegangan dengan kekuatan arus Penggunaan Kabel dan Saklar Selanjutnya, perbedaan rangkaian seri dan paralel terletak pada penggunaan kabel dan juga saklarnya. Untuk memasang atau menyusun komponen listrik secara seri memerlukan kabel dan saklar yang jumlahnya sedikit. Sehingga seringkali disebut sebagai rangkaian yang memiliki biaya terjangkau. Jenis rangkaian tersebut banyak digunakan untuk memasang listrik di rumah-rumah, seperti baterai remot TV atau pemasangan komponen listrik dengan rangkaian paralel memerlukan kabel dan saklar yang banyak. Hal itu bertujuan agar rangkaian tersebut memiliki cabang yang banyak. Oleh sebab itu, rangkaian listrik paralel seringkali disebut sebagai rangkaian listrik yang memiliki biaya mahal. Jika dilihat dari segi biayanya, maka rangkaian listrik seri sangat dianjurkan untuk digunakan sebagai aliran penerangan lampu rumah dibandingkan dengan rangkaian listrik Kontinuitas Komponen ListrikKontinuitas komponen listrik merupakan salah satu faktor yang membedakan rangkaian seri dan paralel. Untuk kontinuitas rangkaian seri memiliki konsep semua komponennya akan padam atau mati apabila saklarnya dimatikan. Hal itu bisa terjadi karena arus daya yang menghubungkan semua komponennya berjalan searah. Lalu, untuk kontinuitas rangkaian paralel memiliki konsep yaitu jika salah satu lampu dipadamkan, maka lampu yang lainnya tidak akan ikut padam. Hal tersebut bisa terjadi karena semua cabang yang ada di dalam rangkaian itu saling terhubung dengan satu daya yang ada pada kutub positif dan kutub Hambatan TotalPerbedaan selanjutnya terletak pada hambatan totalnya. Untuk hambatan total yang terjadi pada rangkaian listrik seri dapat diketahui besarannya dengan cara menjumlahkan semua hambatan yang ada atau resistornya saja. Alasannya yaitu ajaran arus listriknya melalui setiap hambatan yang terjadi di dalam rangkaian artinya, hambatan total berasal dari jumlah hambatan 1, 2 dan seterusnya. Sedangkan untuk rangkaian listrik paralel, memiliki besar hambatan yang lebih kecil. Alasannya yaitu satu daya dari rangkaian tersebut akan mengaliri arus listrik yang berbeda di setiap hambatan yang ada. Itu artinya semua hambatan total paralel berasal dari jumlah satu per satu hambatan, satu per dua hambatan, dan Daftar Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel1. Contoh soal 1Perhatikan gambar di bawah ini. Hitung arus yang mengalir di rangkaian tersebut!Pembahasannya Diket R1 = 2 ohm R2 = 2 ohm R3 = 2 ohm V = 3 VJawaban Mencari R paralelRp = 1 ohm Rtot = 2 + 1 = 3 Ohm V = I x R I = V/R I = 1 A2. Contoh soal 2Perhatikan rangkaian besarnya R1 = 2 Ohm, R2 = 3 Ohm, dan R3 = 5 Ohm. Apabila besaran tegangan totalnya 24 Volt, maka tentukan besarnya arus yang mengalir di dalam rangkaian!PembahasanDiketahuiR1 = 2 Ohm R2 = 3 Ohm R3 = 5 Ohm V Total = 24 Volt Ditanya I =…?PembahasanYang harus dilakukan pertama kali yaitu mencari besarnya hambatan total yang ada di dalam rangkaian tersebut. Karena ketiga hambatan di atas disusun dengan rangkaian seri, maka gunakan persamaan kita perlu menggunakan hukum Ohm untuk mencari besarnya arus yang mengalir di dalam besar arus yang mengalir di dalam rangkaian tersebut adalah 2,4 Jenis dan Komponen Rangkaian ListrikPerlu dipahami bahwa bentuk dan juga konfigurasi rangkaian akan menentukan posisi komponen, perhitungan arus, dan lainnya. Dua jenis rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri dan paralel1. Komponen ListrikSebagai suatu sistem, rangkaian listrik mempunyai komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Namun mempunyai fungsi yang berbeda. Jika disatukan, rangkaian tersebut akan menghasilkan kerja listrik yang optimal sesuai dengan Sumber ListrikRangkaian listrik yang sederhana biasanya berasal dari suatu sumber, salah satunya yaitu baterai, listrik pln, dan aki. Baterai adalah sumber listrik statis dan juga langsung. Elektron akan mengalir melalui kabel dan menuju komponen, misalnya lampu kemudian kembali ke baterai sebagai suatu siklus. Hal yang sama juga bisa terjadi di aki dan juga listrik di KonduktorPada contoh gambar rangkaian listrik pasti akan selalu menunjukkan adanya kabel yang digambarkan menggunakan simbol garis. Kabel adalah salah satu contoh konduktor yang berfungsi sebagai penghantar listrik. Supaya sumber bisa memberikan energi ke komponen lainnya, keduanya harus terhubung dan konduktor akan menjadi perantara, Tanpa adanya konduktor, listrik akan terbuka dan bergerak dengan ElektronRangkaian listrik tertutup akan menghubungkan semua komponen, sehingga tidak akan ada yang terpisah atau lepas. Semuanya akan berada di satu jalur dengan bantuan konduktor yang berperan sebagai perantara. Sebenarnya, listrik adalah aliran elektron yang bergerak dari kutub satu ke kutub lainnya hingga mencapai keseimbangan. Perbedaan elektron tersebut membuat listrik bisa muncul dari sebuah Rumus Rangkaian ListrikRangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel mempunyai rumus yang saling berkaitan. Terdapat tiga komponen dari kedua rumus rangkaian tersebut yaitu tegangan, arus, ArusRumus Kuat Arus Rangkaian SeriI = I1 = 12 = 13 = 14 = I……Rumus Kuat Arus Rangkaian ParalelI = I1 = 12 = 13 = 14 = I……Rangkaian listrik seri mempunyai arus yang sama pada setiap spot yang ada. Itu artinya, arus tersebut tidak akan berubah setelah masuk ke dalam komponen. Namun, listrik yang bercabang seperti rangkaian listrik paralel mempunyai arus yang berbeda di setiap cabangnya. Konsepnya yaitu arus yang masuk dan juga keluar di awal dan di akhir cadangan akan TeganganRumus Tegangan Rangkaian SeriV = V1 + V2 + V3 + V4Rumus Tegangan Rangkaian ParalelV = V1 = V2 = V3 = V4Rumus tegangan arus listrik seri merupakan akumulasi dari semua tegangan yang berasal dari tiap komponen. Untuk yang memakai sistem paralel, arus yang berbeda maka tegangannya tetap di dalam satu HambatanRumus Hambatan Rangkaian Seri R = R1 = R2 + R3 + R4Rumus Hambatan Total 1/R + 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4Rumus hambatan yaitu tegangan dibagi dengan arus. Dengan rumus tersebut, kita akan mengetahui arus yang ada di dalam rangkaian seri dan paralel beserta tegangannya. Untuk nilai hambatannya cukup menyesuaikan dengan perhitungan yang sudah penjelasan mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel serta rumus dan penjelasan lengkapnya. Bagaimana, rangkaian listrik tidak sulit kan? Grameds juga bisa memperoleh materi lengkapnya di beberapa rekomendasi yang tercantum di artikel ini. Semoga Buku & ArtikelePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."Custom logAkses ke ribuan buku dari penerbit berkualitasKemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan AndaTersedia dalam platform Android dan IOSTersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisisLaporan statistik lengkapAplikasi aman, praktis, dan efisien Bagaimana arus yang mengalir pada rangkaian paralel? Pada rangkaian paralel, tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama, dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen. Bagaimana arus listrik yang mengalir pada rangkaian seri? Dalam rangkaian seri, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun seri. Sifat-sifat Rangkaian Seri Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama. Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama. Mengapa jika salah satu komponen pada rangkaian seri rusak maka seluruh rangkaian akan ikut rusak? Pada rangkaian seri, jika salah satu komponen rusak maka seluruh rangkaian akan ikut rusak. Hal ini karena rangkaian seri hanya memiliki satu jalur listrik, jika terdapat gangguan maka listrik tidak dapat mengalir lagi. Apa itu i total? Arus listrik total adalah besarnya arus listrik yang mengaliri rangkaian setelah semua cabang kembali menyatu. Listrik dalam sebuah rangkaian mengalir melalui sebuah konduktor seperti tembaga, baja, besi, dan lain sebagainya. Pada sebuah kawat penghantar, besar kuat arus listrik sama dengan banyak muatan Q listrik yang mengalir pada kawat tiap satuan watku t. Satuan untuk muatan listrik adalah Coloumb dan satuan waktu yang digunakan adalah detik/ of Contents Show Table of ContentsRumus Kuat Arus ListrikCara Menghitung Besar Kuat Arus Listrik pada RangkaianContoh 1 – Besar Kuat Arus Listrik dengan Diketahui Muatan dan WaktuContoh 2 – Besar Kuat Arus Listrik dengan Diketahui Tegangan dan HambatanContoh Soal dan PembahasanContoh 1 – Soal Kuat Arus ListrikPentingnya Listrik bagi KehidupanRangkaian Seri1. Kelebihan rangkaian seri2. Kekurangan rangkaian seriRangkaian Paralel1. Kelebihan rangkaian paralel2. Kelemahan rangkaian paralelPersamaan-Persamaan yang Berlaku pada Rangkaian Seri dan ParalelContoh soal 1Contoh soal 2Contoh soal 3Video yang berhubungan Pada suatu rangkaian kawat listrik dengan besar hambatan R dan tegangan V nilai kuat arus listrik bergantung dari kedua besaran tersebut. Besar arus listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian berbanding terbalik dengan hambatan. Semakin besar nilai hambatan akan membuat kuat arus yang melewati hambatan semakin kecil. Sedangkan hubungan kuat arus yang mengalir dan tegangan pada suatu rangkaian adalah sebanding. Semakin besar tegangan pada suatu rangkaian akan membuat kuat arus semakin besar pula. Baca Juga Tiga Macam Bentuk Rangkaian Listrik Seri, Paralel, dan Campuran Bagaimana cara menghitung kuat arus listrik pada suatu rangkaian? Sobat idshcool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Table of Contents Rumus Kuat Arus Listrik Ada dua rumus kuat arus listrik yang dapat digunakan untuk menghitung besar kuat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian. Pertama adalah rumus kuat arus untuk informasi yang diketahui adalah muatan dan waktu. Kedua adalah rumus kuat arus jika diketahui tegangan dan hambatan. Bentuk kedua rumus kuat arus listrik tersebut diberikan seperti dua persamaan di bawah. Cara menghitung besar kuat arus listrik pada suatu rangkaian menggunakan rumus kuat arus listrik. Rumus yang digunakan dapat I = V/R atau I = Q/t. Penggunaan rumus mana yang digunakan bergantung dari informasi pada yang diketahui. Baca Juga Cara Menghitung Total Biaya Pemakaian Listrik Cara Menghitung Besar Kuat Arus Listrik pada Rangkaian Dua permasalahan sederhana di bawah akan menunjukkan bagaimana penggunaan kedua rumus kuat arus untuk menyelesaikan soal. Contoh 1 – Besar Kuat Arus Listrik dengan Diketahui Muatan dan Waktu Sebuah rangkaian terdiri dari baterai dan lampu. Pada rangkaian tersebut, muatan 50 coloumb melewati titik P selama 25 detik. Berapa arus dalam rangkaian selama periode tersebut? Berdasarkan keterangan yang diberikan pada soal dapat diperoleh informasi-informasi seperti berikut. muatan Q = 50 coloumbwaktu t = 25 detik Menghitung kuat arus I yang mengalirI = Q/tI = 50/25 = 2 A Jadi, kuat arus yang melewati titip P dalam rangkaian dengan muatan 50 coloumb selama 25 detik adalah 2 A. Baca Juga Cara Membaca Amperemeter dan Voltmeter Contoh 2 – Besar Kuat Arus Listrik dengan Diketahui Tegangan dan Hambatan Berdasarkan keterangan pada soal dapat diperoleh informasi bahwa arus listrik yang mengalir pada hambatan R = 6 adalah I1 = 0,5 A. Dari informasi yang diberikan tersebut dapat diketahui besar tegangan sumber V, hambatan total penggati Rtotal, dan besar kuat arus listrik I pada rangkaian tersebut. Menghitung tegangan sumber VV = I1 Ɨ R1V = 0,5 Ɨ 6 = 3 volt Menghitung hambatan total pengganti Menghitung arus listrik yang keluar dari sumber teganganV = IƗRtot3 = I Ɨ 1I = 3/1 = 3 A Menghitung arus listrik yang melalu hambatan R2 dan R3 Besar beda potensial di setiap titik pada suatu rangkaian adalah sama V = V1 = V2 = V3 = 3 volt. Besar kuat arus yang melewati hambatan dapat dicari dengan persamaan I = V/R. Sehingga untuk kuat arus yang melewati hambatan pertama adalah I1 = V/R1 = 3/6 = 1/2 A. Selanjutnya, dengan cara yang sama dapat diperoleh besar kuat arus yang melewati hambatan kedua dan ketiga. I2 = V/R2 = 3/3 = 1 AI3 = V/R3 = 3/2 = 1,5 A Jadi, besar kuat arus listrik yang melalui hambatan R2 dan R3 berturut-turut adalah 1 A dan 1,5 A. Contoh Soal dan Pembahasan Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idshchool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih! Contoh 1 – Soal Kuat Arus Listrik Perhatikan gambar rangkaian berikut! Besar kuat arus I pada rangkaian adalah ….A. 0,5 AB. 1 AC. 1,5 AD. 2 A Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat, ya! Pernahkah lampu di rumahmu padam karena rusak? Apakah lampu yang padam tersebut berpengaruh pada lampu-lampu yang lain? Tentu tidak ya. Jika salah satu lampu rusak, lampu lain tidak akan ikut rusak. Hal itu karena rangkaian lampu di rumahmu dipasang secara paralel. Berbeda halnya jika lampu di rumahmu dipasang secara seri. Saat ada satu lampu yang padam, pasti lampu yang lain ikutan padam. Memangnya, apa perbedaan rangkaian seri dan paralel? Temukan jawabannya di pembahasan Quipper Blog kali ini. Check this out! Pentingnya Listrik bagi Kehidupan Listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang wajib ada di era serba digital seperti sekarang ini. Listrik dari pembangkit-pembangkit besar harus disalurkan ke masyarakat melalui beberapa cara. Mungkin Quipperian belum wajib tahu sih bagaimana proses distribusi listrik dari pembangkit sampai ke gardu-gardu listrik. Hal yang setidaknya harus tahu adalah bagaimana bisa listrik menghidupkan seluruh peralatan di rumahmu, misalnya saja lampu. Listrik harus dialirkan melalui kabel-kabel yang keseluruhannya dihubungkan ke sumber tegangan listrik berupa colokan. Kabel-kabel tersebut dirangkai secara seri, paralel, atau campuran. Inilah penjelasan masing-masing rangkaian. Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang seluruh komponen atau beban listriknya disusun secara berurutan. Artinya, inputan satu komponen atau beban berasal dari output komponen yang lain. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar lampu yang dirangkai seri berikut. Gambar di atas menunjukkan bahwa lampu disusun secara berurutan. Artinya, kuat arus yang mengalir pada setiap lampu bernilai sama. Pada dasarnya, setiap lampu memiliki suatu hambatan yang nilainya sudah ditentukan oleh pabrikan. Dengan demikian, komponen listrik yang akan Quipperian hitung nantinya adalah nilai hambatan pengganti total dalam rangkaian. Rangkaian seri memiliki sifat-sifat tertentu yang membedakannya dengan rangkaian paralel. Adapun sifat-sifat rangkaian seri adalah sebagai berikut. Besarnya kuat arus yang mengalir pada masing-masing komponen atau beban adalah sama. Rangkaian seri disebut juga rangkaian pembagi tegangan. Hal itu karena sumber tegangan akan dibagi ke dalam banyaknya komponen yang dirangkai secara seri. Ternyata, rangkaian seri ini memiliki kelebihan dan kekurangan, lho. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? 1. Kelebihan rangkaian seri Adapun kelebihan rangkaian seri adalah sebagai berikut. Jumlah kabel penghantar yang dibutuhkan pada rangkaian seri lebih sedikit atau hemat kabel. Biaya pemasangan lebih murah. Meskipun hambatan pada masing-masing beban tidak sama, beban tetap dilalui besar arus yang sama. 2. Kekurangan rangkaian seri Adapun kekurangan rangkaian seri adalah sebagai berikut. Apabila salah satu beban putus atau padam, maka beban yang lain akan ikut padam. Lampu yang dirangkai secara seri tidak bisa menyala sama terang. Hal itu karena tegangan yang ada di setiap lampu berbeda-beda, bergantung besarnya hambatan. Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah rangkaian yang seluruh komponen atau beban listriknya dirangkai secara berderet. Dengan demikian, inputan dari masing-masing beban berasal dari sumber yang sama. Untuk lebih jelasnya, simak gambar lampu yang dirangkai paralel berikut. Jika diperhatikan, input masing-masing lampu berasal dari sumber tegangan yang sama. Artinya, masing-masing beban akan mendapatkan tegangan yang sama, sehingga arus yang mengalir pada setiap beban akan berbeda-beda. Itulah mengapa rangkaian paralel disebut sebagai rangkaian pembagi arus. Lalu, seperti apa sifat rangkaian ini? Apakah sama dengan sifat rangkaian seri? Inilah sifat rangkaian paralel. Masing-masing beban akan mendapatkan tegangan yang sama. Besarnya arus yang mengalir pada beban bergantung pada besar kecilnya hambatan. Hambatan total rangkaian paralel bernilai lebih kecil dari hambatan seri. Akibatnya, arus total yang mengalir akan semakin besar. Sama seperti rangkaian seri, rangkaian paralel juga memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. Kelebihan rangkaian paralel Adapun kelebihan rangkaian paralel adalah sebagai berikut. Seluruh lampu yang dirangkai paralel akan menyala sama terang. Jika salah satu lampu padam, lampu yang lain tidak akan terpengaruh. 2. Kelemahan rangkaian paralel Adapun kelemahan rangkaian paralel adalah sebagai berikut. Kabel yang dibutuhkan lebih banyak, sehingga biaya yang dibutuhkan lebih besar daripada instalasi rangkaian seri. Besarnya arus yang mengalir di setiap beban tidak sama, bergantung besarnya hambatan pada beban. Nah, itu dia pembahasan sekilas tentang rangkaian seri dan paralel. Lantas, bagaimana cara menghitung hambatan total pengganti dan kuat arus total yang mengalir pada suatu rangkaian seri atau paralel? Tak usah khawatir, berikut ini pemaparannya. Persamaan-Persamaan yang Berlaku pada Rangkaian Seri dan Paralel Contoh rangkaian seri bisa kamu lihat pada gambar berikut. Persamaan yang berlaku pada gambar di atas adalah Contoh rangkaian paralel bisa kamu lihat pada gambar berikut. Persamaan yang berlaku pada gambar di atas adalah Agar pemahamanmu semakin bertambah, simak contoh soal berikut ini. Contoh soal 1 Tiga buah hambatan identik dirangkai secara paralel. Jika nilai hambatan totalnya 0,75 Ohm, tentukan besarnya masing-masing hambatan! Pembahasan Diketahui Rtotal = 0,75 Ohm Ditanya R1, R2, dan R3 = …? Pembahasan Kata identik berarti jenis dan material penyusun hambatan adalah sama, sehingga besarnya tiga hambatan juga sama. Untuk mencari besarnya hambatan masing-masing, gunakan persamaan berikut. Jadi, besarnya masing-masing hambatan adalah 2,25 Ohm. Contoh soal 2 Perhatikan rangkaian berikut. Diketahui besarnya R1 = 2 Ohm, R2 = 3 Ohm, dan R3 = 5 Ohm. Jika tegangan totalnya 24 Volt, tentukan besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian! Pembahasan Diketahui R1 = 2 Ohm R2 = 3 Ohm R3 = 5 Ohm Vtotal = 24 Volt Ditanya I =…? Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari besarnya hambatan total dalam rangkaian tersebut. Oleh karena ketiga hambatan disusun seri, gunakan persamaan berikut. Selanjutnya, gunakan hukum Ohm untuk mencari besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian. Jadi, besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian adalah 2,4 A. Contoh soal 3 Perhatikan rangkaian berikut. Diketahui besarnya R1 = 4 Ohm, R2 = 12 Ohm, dan R3 = 6 Ohm. Jika tegangan totalnya 12 Volt, tentukan besarnya arus yang mengalir pada R2! Pembahasan Diketahui R1 = 4 Ohm R2 = 12 Ohm R3 = 6 Ohm Ditanya I2 =…? Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari hambatan total dalam rangkaian. Selanjutnya, tentukan besarnya I2 berdasarkan persamaan hukum Ohm. Jadi, besarnya hambatan yang mengalir pada R2 adalah 1 A. Ternyata, belajar rangkaian seri dan paralel itu mudah ya? Setidaknya, Quipperian paham mengapa saat satu lampu di rumahmu padam, lampu lain tidak ikutan padam. Belajar Fisika itu sangat bermanfaat lho bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, jangan pernah bosan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Untuk memudahkan kamu dalam belajar, Quipper Video hadir dengan berbagai fitur menarik dan lengkap dengan latihan soalnya. So, tunggu apa lagi. Ayo segera gabung bersama Quipper Video. Salam Quipper! [spoiler title=SUMBER] Penulis Eka Viandari Rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang, berfungsi sebagai pembagi arus. Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam sehat. Materi fisika kita kali ini akan membahas tentang rangkaian paralel, di mana materi ini ditujukan kepada siswa SD kelas 6, SMP kelas 9, dan SMA kelas 12. Sebelumnya, kita telah menuntaskan pembahasan jenis rangkaian listrik lainnya, yaitu rangkaian seri. Gimana, udah paham kan materinya? Kalian bisa membacanya di sini Rangkaian Seri Sebagaimana yang telah dijelaskan, rangkaian listrik adalah susunan alat, elemen, atau komponen yang dihubungkan dengan sumber tegangan. Alat atau komponen listrik tersebut tersusun dengan tiga cara, yaitu secara seri, paralel, atau campuran. Lantas, bagaimana bentuk sambungan rangkaian listrik secara paralel? Apa saja fungsinya? Nah, kalian akan mengetahuinya dalam materi ini. Baiklah, kita mulai saja pembahasannya... Pengertian Rangkaian Paralel Apa yang dimaksud dengan rangkaian paralel? Dalam ilmu kelistrikan, rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang. Perhatikan gambar rangkaian paralel berikut ini Rangkaian paralel terbentuk terbentuk bila semua masukan komponen berasal dari sumber yang sama. Konfigurasi ini membuat rangkaian paralel memiliki lebih dari satu jalur arus atau membentuk percabangan di antara kutub-kutub sumber arus listrik. Setiap bagian dari percabangan itu disebut rangkaian percabangan. Arus listrik akan terbagi-bagi begitu memasuki titik percabangan. Setelah keluar melalui kutub negatif sumber arus listrik dan melalui rangkaian percabangan, arus listrik akan menyatu kembali sebelum menuju kutub positif sumber arus listrik kembali. Itulah sebabnya mengapa sehingga rangkaian paralel disebut sebagai rangkaian listrik yang berfungsi untuk membagi arus. Ciri-Ciri Rangkaian Paralel Ciri-ciri khusus rangkaian paralel, antara lain sebagai berikut Memiliki percabangan Hambatan total lebih kecil Tegangan listrik pada setiap komponen sama besar Arus listrik yang mengalir pada setiap komponen besarnya tidak sama Gambar Rangkaian Paralel Berikut ini adalah beberapa contoh gambar rangkaian paralel berbagai jenis komponen listrik Rangkaian paralel 3 lampu Rangkaian paralel 3 resistor Rangkaian paralel lampu/resistor terbentuk jika dua buah bola lampu/resistor atau lebih dihubungkan secara berjajar. Cara Membuat Rangkaian Paralel Sangat mudah kok membuat rangkaian paralel. Berikut ini akan kakak terangkan langkah-langkah pembuatannya. Rangkaian paralel yang akan kita buat terdiri dari 4 buah lampu dan 3 sumber tegangan baterai. Alat dan Bahan Tang pengupas kabel3 buah lampuBaterai 12 voltKabelSaklar Isolasi Langkah Pembuatan Potong kabel menjadi beberapa bagian sebanyak yang diperlukan, sesuaikan dengan gambar di atas. Kupas semua ujung kabel menggunakan tang Gabungkan ketiga baterai dengan susunan seperti pada gambar. Ambil 4 potongan kabel, sambungkan masing-masing satu ujungnya ke satu per satu kutub positif lampu, kemudian gabungkan semua ujung yang lain menjadi satu. Terapkan langkah 3 pada kutub negatif lampu. Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke gabungan kabel kutub positif, bungkus dengan isolasi. Kemudian, ujung yang lain disambungkan ke salah satu kutub saklar. Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke kutub saklar yang masih kosong, kemudian ujung yang lain disambung ke kutub positif baterai. Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke gabungan kabel kutub negatif, bungkus dengan isolasi. Kemudian, ujung yang lain disambungkan ke kutub negatif baterai. Bungkus baterai sedemikian rupa dengan isolasi agar kabel yang terhubung tidak terlepas. Rangkaian paralel Rangkaian ParalelBeberapa contoh rangkaian paralel, antara lain sebagai berikut1. Rangkaian Paralel Lampu RumahPeralatan listrik yang sering dirangkai secara paralel adalah lampu pada instalasi rumah tangga. Keuntungan merangkai lampu secara paralel adalah nyala lampu lebih terang karena hambatan total seluruh lampu menjadi itu, keuntungan lainnya adalah jika salah satu lampu rusak/mati, maka lampu yang lain bisa tetap menyala/berfungsi dengan Rangkaian Paralel Lampu Lalu LintasLampu lalu lintas yang sering kita lihat di jalan raya dirangkai secara paralel. Tujuannya adalah agar masing-masing lampu bisa menyala secara bergantian, yaitu merah, kuning, dan lampu memiliki jalur arus yang berbeda. Kontroller akan mengatur agar arus listrik mengaliri setiap jalur secara bergantian. 3. Rangkaian Paralel ResistorKomponen lainnya yang juga sering dirangkai secara paralel adalah resistor. Dalam elektronika, resistor adalah komponen dasar yang berfungsi untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam sebuah yang disusun secara paralel maka nilai hambatannya akan semakin kecil. Resistor yang disusun secara paralel berfungsi untuk membagi arus yang Rangkaian Paralel KapasitorSelain resistor, komponen elektronika yang juga seringkali disusun secara paralel adalah kapasitor. Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam waktu tertentu. Kapasitor yang disusun secara paralel menyebabkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Artinya, semakin banyak lagi muatan listrik yang bisa tersimpan. Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Paralel Rangkaian paralel memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut Kelebihan/Keuntungan Rangkaian Paralel Hambatan kecil sehingga nyala lampu lebih terang. Masing-masing komponen dapat bekerja secara bebas tanpa dipengaruhi komponen lain. Rangkaian paralel bila salah satu lampu atau alat listrik dilepas/rusak/padam, maka lampu/alat listrik yang lain tidak ikut mati atau tetap menyala/berfungsi. Kelemahan/Kekurangan/Kerugian Rangkaian Paralel Biaya lebih mahal karena memerlukan banyak kabel Kurang efisien dalam menghantarkan arus listrik Rangkaian lebih rumit karena terdiri dari banyak percabangan Rumus Rangkaian Paralel Rumus-rumus yang berlaku dalam rangkaian paralel adalah rumus hukum Ohm, hukum Kirchoff, dan rumus hambatan pengganti total. Rumus hukum Ohm adalah V = I . R.....1 Sementara itu, hukum Kirchoff adalah hukum yang mengatur tentang percabangan pada rangkaian listrik. Rumus hambatan pengganti RP bisa didapatkan dari penurunan rumus hukum Ohm berdasarkan analisis rangkaian paralel. Perhatikan gambar berikut ini Pada rangkaian paralel di atas, tegangan V pada setiap hambatan sama besar, walaupun nilai hambatannya R berbeda-beda. Secara matematis, dituliskan Vab = V1 = V2 = V3 .....2Menurut Hukum I Kirchoff, kuat arus listrik yang melalui R1, R2, dan R3 adalah I1, I2, dan I3. Adapun kuat arus I antara titik a dan b adalah IP. Pada rangkaian berlaku IP = I1 + I2 + I3.....3Oleh karena I1 = Vab/R1, I2 = Vab/R2, I3 = Vab/R3, dan IP = Vab/RP, maka Vab/RP = Vab/R1 + Vab/R2 + Vab/R3....4 1/RP = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3....5, Rumus Hambatan Pengganti Rangkaian Paralel Dari rumus 5 dapat disimpulkan bahwa hambatan pengganti susunan paralel RP selalu lebih kecil daripada hambatan paling kecil yang terpasang pada rangkaian. Khusus untuk dua hambatan R1 dan R2 yang disusun secara paralel, hambatan paralel penggantinya bisa dinyatakan dengan rumus RP = R1R2/R1 + R2.....6Hambatan yang disusun secara paralel berfungsi sebagai pembagi arus dengan nilai perbandingan kuat arus pada rangkaian di setiap cabang adalahR1 R2 R3 = 1/I1 1/I2 1/I3.....7Contoh SoalBerikut ini adalah beberapa contoh soal tentang rangkaian paralel yang sering ditanyakan oleh para siswa1. Mengapa rangkaian paralel disebut rangkaian bercabang?JawabKarena terdapat percabangan jalur kabel arus listrik untuk mengaliri setiap komponen yang disusun secara berjajar. 2. Apa yang terjadi jika salah satu cabang atau komponen listrik dalam rangkaian listrik paralel rusak?JawabCabang atau komponen lain tetap berfungsi karena masing-masing komponen bekerja secara bebas atau tidak bergantung dengan komponen Bagaimana arus listrik mengalir pada rangkaian listrik paralel?JawabArus listrik yang mengalir pada rangkaian paralel akan terbagi dan besarnya dipengaruhi oleh komponen yang terpasang di setiap cabang. 4. Bagaimana energi listrik yang digunakan pada rangkaian paralel?JawabEnergi listrik pada rangkaian paralel lebih hemat dan efektif karena hambatan total seluruh rangkaian lebih kecil. 5. Tuliskan contoh pemanfaatan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari?JawabContohnya lampu pada instalasi rumah tangga dan lampu lalu Eko membuat rangkaian listrik sederhana yang tersusun dari kabel, dua buah baterai, dan dua buah lampu. ketika lampu A dilepas, B tetap menyala. berdasarkan peristiwa tersebut, Eko membuat rangkaian listrik... A. SeriB. ParalelC. CampuranD. GandaJawabB. Paralel7. Jelaskan tegangan listrik pada rangkaian paralel?JawabPada rangkaian paralel, tegangan listrik yang mengalir di setiap komponen besarnya sama sama besar dengan tegangan sumber.8. Jika empat lampu dirangkai secara paralel, nilai tegangan pada keempat lampu akan?JawabSama besar 9. Mengapa lampu lalu lintas disusun secara paralel?JawabAgar lampu bisa di atur untuk menyala secara bergantian, yaitu merah, kuning, dan hijau karena masing-masing lampu memiliki jalur arus yang Dua buah resistor masing-masing besarnya 6 Ohm dan 12 Ohm disusun paralel dan dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. HitunglahHambatan total penggantiKuat arus listrik yang keluar dari sumber teganganTegangan pada masing-masing resistorKuat arus listrik pada masing-masing resistor JawabDiketahuiR1 = 6 OhmR2 = 12 OhmV = 12 VoltDitanyakan a. RPb. IPc. V1 dan V2d. I1 dan I2Penyelesaian a. RPRP = R1R2/R1 + R2= 6 . 12/6 + 12 = 4 OhmJadi, hambatan total penggantinya RP adalah 4 Ohm. b. IPIP = V/RP = 12/4 = 3 AJadi, kuat arus yang keluar dari sumber tegangan adalah 3 Ac. V1 dan V2Karena kedua resistor dirangkai secara paralel, maka tegangan pada masing-masing resistor V1 dan V2 sama besar dengan tegangan sumber, yaitu 12 I1 dan I2 I1 = V/R1 = 12/6 = 2 AI2 = V/R2 = 12/12 = 1 AJadi, kuat arus pada masing-masing resistor I1 dan I2 adalah 2 A dan 1 Empat buah hambatan 15 Ohm, 10 Ohm, 6 Ohm, dan 5 Ohm disusun paralel lalu dihubungkan dengan sumber tegangan listrik perbandingan arus yang mengalir untuk tiap-tiap hambatan adalah? JawabDiketahuiR1 = 15 OhmR2 = 10 OhmR3 = 6 OhmR4 = 5 OhmDitanyakanPerbandingan kuat arus I tiap hambatan I1 I2 I3 I4PenyelesaianI1 I2 I3 I4 = V/R1 V/R2 V/R3 V/R3 = V/15 V/10 V/6 V/5 = 1/15 1/10 1/6 1/5 = 2/30 3/30 5/30 6/30 I1 I2 I3 I4 = 2 3 5 6Jadi, perbandingan kuat arus tiap hambatan adalah 2 3 5 paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang, berfungsi sebagai pembagi adik-adik, udah paham kan materi rangkaian paralel di atas? Jangan lupa lagi dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat. ReferensiPauliza, Osa. 2008. Fisika Kelompok Teknologi dan Kesehatan untuk SMK Kelas XII. Bandung Grafindo Media Pratama. JawabanRangkaian SeriRangkaian disebut seri bila semua hambatan dihubungkan secara ada 3 hambatan dirangkai seri, hambatan penggantinyaRs = R₁ + Rā‚‚ + Rā‚ƒPada rangkaian seri, bila 1 lampu mati, lampu lain akan mati juga. Karena bila 1 lampu mati, rangkaian akan terbuka sehingga listrik tdk akan listrik yg mengalir sama pada setiap hambatan. Karena berada pada 1 jalur yg sama. Tetapi beda potensial listrik setiap hambatan ParalelRangkaian disebut paralel bila setiap hambatan dirangkai dengan kabel dan setiap ujung kabel bertemu pada 1 titik ada 3 hambatan dirangkai paralel, hambatan penggantinyaPada rangkaian paralel, bila 1 lampu mati, lampu lainnya akan tetap menyala karena rangkaian listrik tdk terputus rangkaian paralel, setiap hambatan memiliki kuat arus yg berbeda, tetapi memiiki beda potensial listrik ygbsama pada tiap hambatan.

besarnya arus yang mengalir tiap cabang pada rangkaian paralel adalah